Pengertian Hormon Insulin

Insulin merupakan salah satu produk dari sistem endokrin tubuh yang dikenal sebagai hormon. Kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin yakni organ pankreas. Keberadaan insulin menjadi penting karena mempunyai kaitan erat dengan keseimbangan glukosa darah. Mengingat glukosa adalah satu-satunya bentuk nutrisi yang bisa digunakan sebagai sumber energi oleh bagian bagian otak, retina mata, serta epitel germinal. Sehingga kelainan produksi insulin atau kekurangan hormon tersebut akan memunculkan berbagai dampak buruk bagi tubuh. Insulin mempunyai banyak sekali peran di dalam tubuh manusia,terutama dalam hal metabolisme makanan.

Melihat banyaknya peran penting hormon insulin, maka adanya gangguan produksi insulin, baik kelebihan maupun kekurangan, maupun rusaknya fungsi reseptor insulin tentu saja akan banyak menimbulkan permasalahan dalam tubuh, diantaranya adalah sebagai berikut :

Dampak Kekurangan Hormon Insulin
Sel-sel tubuh kekurangan glukosa. Hal ini disebabkan kegagalan pemasukan glukosa ke dalam jaringan sehingga akan mengganggu proses metabolisme. Jika keadaan ini dibiarkan , maka akan terjadi kerusakan pada sel-sel tubuh terutama pada sel-sel otak, retina pada bagian bagian mata, epitel germinal, serta organ-organ tubuh lain dengan manifestasi yang berbeda-beda. Penyakit Diabetes mellitus dan komplikasinya. Penyakit diabetes mellitus terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah. Ketika insulin mengalami defisiensi, maka tentu saja glukosa yang melimpah dari diet tidak dapat diubah ke dalam bentuk glikogen sehingga tidak bisa disimpan dalam bentuk yang aman. Gangguan seksual. Akibat terganggunya proses sintesis protein, termasuk sintesis senyawa protein yang berhubungan dengan pemenuhan seksual, maka kekurangan hormon insulin dapat memicu terjadinya impotensi pada pria, dan penurunan libido pada wanita.

Baca juga artikel mengenai obat diabetes melitus herbal.

Dampak Kelebihan Hormon Insulin
Kadar gula darah sangat rendah. Salah satu gangguan produksi yakni sel beta pankreas tidak dapat mengontrol kebutuhan terhadap insulin sehingga terlalu banyak memproduksi hormon insulin. Ketika hal ini terjadi maka akan terjadi pengurangan glukosa dalam darah menjadi glikogen secara besar-besaran, sehingga kadar gula yang seharusnya normal menjadi sangat rendah. Dampak lain seperti detak jantung menjadi tidak teratur, gemetar, terus-menerus berkeringat, rasa mual dan kelaparan.

Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *